Saturday, May 5, 2012

al-Farabi

Al-Farabi
Riwayat Hidup Al-Farabi
Al-Frabi mempunyai nama lain Abu Nashr Ibnu Audagh Ibn Thorhan Al-Farabi. Sebenarnya nama Al-Farabi diambil dari nama kota farab, tempat ia dilahirkan di desa wasij dalam kota pada tahun 257 H (870 M). kadang-kafang ia mendapat sebutan orang turki, sebab ayah al-farabi sebagai orang iran menikah dengan wanita Turki. Sepertinya nama sebutan orang turki kepadanya karena ibunya berasal dari Turki. Kepribadian al-farabi, sejak kecil ia tekun dan rajin belajar. Dalam berolah kata, tutur bahasa, ia mempunyai kecakapan yang luar biasa. Penguasaan terhadap bahasa iran, Turkistan, dan Kurdistan sangat ia pahami. Justru bahsa Yunani dan suryani sebagai bahasa ilmu pengetahuan pada waktu itu, Al-Farabi belum bisa menguasainya.
Untuk memulai karir dalam pengetahuannya, ia hijrah dari negerinya ke kota Baghdad, yang pada waktu itu disebut sebagai kota ilmu pengetahuan. Dia belajar di sana selama kurang lebih dua puluh tahun. Ia betul-betul memanfaatkan untuk menimba ilmu pengetahuan kepada: Ibnu Suraj untuk belajar tata bahasa Arab, Abu Bisyr Matta Ibn Yunus untuk belajar ilmu mantiq (logika).
Dari Baghdad Al-Farabi mencoba pergi ke Haran sebagai salah satu pusat kebudayaan Yunani di asia kecil. Di sini ia berguru dengan Yohana ibn Hailan, namun tidak lama kemudian, ia meninggalakan kota ini untuk kembali ke Baghdad. Disini kembali mendalami filsafat. Ia juga mampu mencapai ahli ilmu mantiq (logika), ia kemudian mendapatkan predikat guru kedua, maksudnya, ia adalah orang yang pertama kali memasukan ilmu logika ke dalam kebudayaan Arab. Keahlian ini rupanya sama yang dialami oleh Aristoteles sebagai Guru pertama, ia (Aristoteles) orang yang pertama menemukan ilmu logika.
Pada tahun 350 H (941 M). al-Farabi pandah ke Damsyik. Ia menetap di kota ini, kedudukan al-farabi sangatlah diperhatikan secara baik oleh Saif Al-Dullah, kholifah  dinasti Al-Hamdan di Allepo (lahab). Sampai wafat Al-Farabi berusia 80 tahun. Pengalaman selama di istana saif Al-Dullah, Al-Farabi dapat pengembangan ilmunya dengan para sastrawan, ahli bahasa, para penyair dan ilmuan lainnya. Menjadilah ia filosuf yang terkenal pada masanya di istana ini. Dalam kepandaian al-farbi dibidang filasafat, membawa pengaruh terhadap kemajuan pemeritahan Saif Al-Dulla, sebagaimana Al-Kindi yang dapat mencameriangkan pemerintahan Al-Mu’tasyim. Riwayat lain yang dikemukakan oleh DR. Fuad Al- Ahwani bahwa Al-Farabi masuk ke Istana pemerinyahan Saif Al-Dullah dengan pakaian sufi.
Pemikiran Al-Farabi pun datang dari banyak para ahli. Di antaranya Meassignon (ahli masalah ketimuran dari Perancis),bahwa Al-Farabi merupakan filosuf Islam Yunani bagi dunia Islam, akan tetapi persoalan-persoalan yang memuaskan. Akan tetapi Al-Farabi telah menciptakan suatu system filsafat yang lengkap. Bahkan Al-Farabi dapat memainkan peranan penting di dunia Islam. Dalam perkembangannya kepada Ibnu Sina, Ibnu Rasyd serta filosuf-filosuf lainnya.
Karya Al-Farabi bila dibandingkan dengan karya muridnya seperti Ibnu Sina masih dalam kala dalam jumlahnya. Dengan modal karanagannya yang pendek berbentuk berupa risalah dan sedikit sekali jenis karangannya yang berupa buu besar dan mendalam dalam pembicaraannya. Sebagian karangan masih diketemukan dibeberapa perpustakaan, sehingga di dunia Islam dapat mengenang dan mengabdikan namanya. Ciri khas tertentu yang ada pada karangannya adalah bukan saja mengarang kitab besar ata makalah-malalah, namun juga memberi ulasan-ulasan dan penjelasan terhadap karya Aristoteles, Iskandar Al-Fraudismy dan Plotinus.
Sebgai contoh lasan Al-Farabi, terhadap karya Aristoteles adalah masalah burahan dalil, al jadal (argumentasi/ berdebat), Qiyas (analogi), Mantiq (logika), adapun ulasan ia terhadap karya Plotinus ada;aj lotab Al majesti fi-Ihnil Falaq, juga terhadap karya Iskandar Al-Fraudismy tentang maqalah Fin-nafsi.
Karaya-karaya nyata dai Al-farabi adalah:
  1. Al Jami’u Baina Ra’yai Al Jakimaini Afalatoni Al Hahiy Wa Aristho-Thails (pertemuan/ penggabungan pendapat antara Plato dan Aristoteles)
  2. Tahsilu As Sa’adah (mencari kebahagian).
  3. Fususu Al Taram (hakikat kebenaran).
  4. Arroo’u Ahli Al Madinati Al Fadilah (pemikiran-pemikiran utama pemerintahan).
  5. As Syiyasayah (ilmu politik).
  6. Fi ma’ani al aqli.
  7. Ihsho’u Al Ulum (kumpulan berbagai ilmu).
  8. At Tangibu Ala As Sa’adah.
  9. Al Ta’liqat.

Reaksi:
Emoticon Ini Tidak Untuk Komentar Lewat Facebook.Copas Kode Pada Komentar Mu....
:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i:
:j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r:
:s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :ab:
Previous Post Next Post Home
Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Mohon maaf apabila terdapat komentar yang sesuai kriteria di bawah ini akan dihapus, demi kenyamanan bersama

1. Komentar berbau pornografi, sara, dan menyinggung.
2. Mencantumkan link hidup.
3. Mengandung SPAM.
4. Mempromosikan Iklan.

Terima kasih atas perhatiannya.